Pengikut

Kamis, 12 Januari 2012

Pengaruh Air Asam Tambang terhadap Hidrogeologi

Mekanisme Air Asam Tambang

Irma Dinahkandy (H1E107009)

Dian Nitami (H1E107038)

A. Faktor – faktor yang mempengaruhi terbentuknya AAT

Beberapa mineral sulphida yang umum ditemukan pada kegiatan penambangan adalah:

  • FeS2: pyrite
  • Cu2S: chalcocite
  • CuS: cuvellite
  • CuFeS2: chalcopyrite
  • MoS2: molybdenite
  • NiS: millerite
  • PbS: galena
  • ZnS: sphalerite
  • FeAsS: arsenopyrite

Pyrite merupakan mineral sulphida yang umum ditemukan pada kegiatan penambangan, terutama batubara. Reaksi oksidasi pyrite adalah seperti ditunjukkan oleh reaksi kimia berikut, dengan air dan oksigen sebagai faktor penting (Anonim,2009).

Terbentuknya AAT ditandai oleh satu atau lebih karakteristik air sbb.:

  • nilai pH yang rendah (1.5 - 4)
  • konsentrasi logam terlarut yang tinggi, seperti logam besi, aluminium, mangan, cadmium, tembaga, timbal, seng, arsenik dan mercury
  • nilai acidity yang tinggi (50 - 1500 mg/L CaCO3)
  • nilai sulphate yang tinggi (500 - 10.000 mg/L
  • nilai salinitas (1 - 20 mS/cm)
  • konsentrasi oksigen terlarut yang rendah (Anonim,2009).


Faktor penting yang mempengaruhi terbentuknya AAT di suatu tempat adalah:

  • konsentrasi, distribusi, mineralogi dan bentuk fisik dari mineral sulphida
  • keberadaan oksigen, termasuk dalam hal ini adalah asupan dari atmosfir melalui mekanisme adveksi dan difusi
  • jumlah dan komposisi kimia air yang ada
  • temperatur
  • mikrobiologi

Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, maka dapat dikatakan bahwa pembentukan AAT sangat tergantung pada kondisi tempat pembentukannya. Perbedaan salah satu faktor tersebut diatas menyebabkan proses pembentukan dan hasil yang berbeda. Oleh karena itu, terkait dengan faktor iklim di Indonesia, dengan temparatur dan curah hujan yang tinggi, proses pembentukan AAT memiliki karakteristik yang berbeda dengan negara-negara lain yang memiliki kondisi iklim yang berbeda (Anonim, 2009).

B. Faktor – faktor yang mempengaruhi pencemaran air tanah oleh Air Asam Tambang

a. Lapisan Tanah tempat air asam terbentuk

Tergantung pada jenis pertambangannya, kebanyakan air asam tambang terjadi pada tambang terbuka karena terjadi kontak langsung dengan udara dan air. Tanah sendiri terdiri dari beberapa lapisan. Air asam tambang yang terbentuk nantinya akan melewati beberapa lapisan tanah sebelum sampai ke muka air tanah. Air asam tambang yang lewat tadi dapat melarutkan logam logam berat yang terkandung sewaktu berada di cebakan maupun logam logam berat yang sudah terkandung di dalam tanah, yang nantinya logam berat tersebut dapat terakumulasi di Air tanah yang tercemari air asam tambang.

b. Porositas dan Permeabilitas Tanah

Porositas adalah kemampuan tanah dalam menahan cairan sedangkan permeabilitasnya adalah kebalikannya yaitu kemampuan tanah dalam melewatkan cairan. Semakin rendah tingkat porositas dan semakin tinggi permeabilitas tanah semakin cepat juga air asam tambang sampai ke sumber air tanah. Jenis tanah dengan permeabilitas tinggi akan mudah dilalui oleh air asam tambang, yang kemudian mengalirkannya sampai bertemu muka air tanah. Curah hujan yang tinggi pada daerah-daerah tertentu (daerah permeabel) dapat menyebabkan infiltrasi air menjadi lebih cepat.

c. Letak muka air tanah terhadap air asam tambang

Semakin dekat tempat cebakan tambang dengan muka air tanah semakin tinggi kemungkinan pencemaran yang terjadi pada air tanah oleh asam tambang, karena lapisan tanah yang dilewati tidak jauh sehingga tingkat keasamannya juga tidak sempat dinetralkan oleh lapisan lapisan tanah.

C. Mekanisme Pencemaran Air Tanah oleh Air Asam Tambang.

Hidrogeologi adalah suatu studi interaksi antara kerja kerangka batuan dan airtanah yang dalam prosesnya menyangkut aspek-aspek kimia dan fisika yang terjadi di dekat atau di bawah permukaan bumi. Berbicara hidrogeologi tidak akan lepas dari daur hidrologi sebagai berikut; evaporasi dari tanah atau air laut dan transpirasi dari tumbuh-tumbuhan – kondensasi dalam awan – presipitasi dalam bentuk hujan – infiltrasi dan perkolasi ke dalam tanah atau menjadi air limpasan (sungai dan danau) – kembali evapotranspirasi. Iskandarsyah, T. 2008

Di daerah pedataran dan kaki pegunungan yang memiliki vegetasi sangat lebat hujan akan meresap (infiltrasi) dengan baik ke dalam tanah, sedangkan di daerah lereng pegunungan yang cukup terjal hujan akan lebih cepat melimpas ke dalam saluran-saluran sungai daripada berinfiltrasi ke dalam tanah (kecepatan runoff atau kecepatan infiltrasi. Iskandarsyah, T. 2008

Air yang meresap ke dalam tanah akan membentuk suatu sistem aliran air bawah permukaan (airtanah), yang akan berbeda pada masing-masing daerah, tergantung dari litologi dan bentang alamnya. Litologi atau lapisan batuan yang mengandung airtanah disebut lapisan akifer. Berdasarkan sifat fisik dan kedudukannya dalam kerak bumi, akifer dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :

• Akifer bebas, yaitu akifer tak tertekan (unconfined aquifer) dan merupakan airtanah dangkal (umumnya <20>

• Akifer setengah tertekan, disebut juga akifer bocor (leaky aquifer), merupakan akifer yang ditutupi oleh lapisan akitard (lapisan setengah kedap) di bagian atasnya, dapat dijumpai pada daerah volkanik (daerah batuan tuf).

• Akifer tertekan (confined aquifer), yaitu akifer yang terletak di antara lapisan kedap air (akiklud), umumnya merupakan airtanah dalam (umumnya > 40 m) dan terletak di bawah akifer bebas. Airtanah dalam adalah airtanah yang kualitas dan kuantitasnya lebih baik daripada airtanah dangkal, oleh karenanya umum dipergunakan oleh kalangan ndustry termasuk di dalamnya kawasan pertambangan (Iskandarsyah, T. 2008).

Tanah adalah lapisan penutup permukaan bumi yang tidak terkonsolidasi, terdiri dari mineral dan bahan organik yang terbentuk akibat pelapukan batuan penyusun kerak bumi. Tanah tersebut dapat terbentuk dari batuan yang berada di bawahnya (residual soil) atau berasal dari batuan yang tererosi dari tempat lain (transported soil). Tanah residu dapat terdiri dari lapisan-lapisan yang disebut horison, mulai dari horison O (top-soil, didominasi oleh bahan organik), horison A (sub-soil, prosentase mineral lebih besar daripada bahan organik), horison B (didominasi oleh mineral yang menyusun partikel-partikel batuan yang sangat halus), dan horison C (bedrock, lapisan batuan yang belum teralterasi penuh).

Airtanah mengalir dari daerah yang lebih tinggi (daerah tangkapan) ke daerah yang lebih rendah (daerah buangan) menuju laut. Daerah tangkapan didefinisikan sebagai bagian dari suatu daerah aliran (catchment area) dimana aliran airtanah jenuh menjauhi permukaan tanah, sedangkan daerah buangan didefinisikan sebagai bagian dari catchment area dimana aliran airtanah menuju permukaan tanah. Kedudukan muka airtanah (pada akifer bebas) maupun muka pisometrik (pada akifer tertekan) merupakan hal yang penting untuk diketahui, karena mencerminkan kesetimbangan hidrodinamika airtanah di suatu daerah. Pengukuran kedudukan airtanah dapat dilakukan pada sumur gali penduduk atau pada sumur bor dalam waktu yang relatif sama dan dibedakan antara muka airtanah bebas dengan muka airtanah tertekan, sehingga hasil pengukuran hanya menggambarkan kondisi airtanah pada suatu waktu tertentu. Hasil pengukuran ini dituangkan menjadi suatu peta yang menggambarkan bentuk morfologi permukaan airtanah beserta arah alirannya (termasuk di dalamnya aliran permukaan), berdasarkan peta tersebut dapat dihitung gradien hidrolika (kemiringan muka airtanah) daerah bersangkutan. Namun demikian, kadang-kadang arah aliran airtanah pada daerah pertambangan agak sulit untuk ditentukan, seperti misalnya daerah satuan batugamping yang memiliki sistem rekahan yang cukup kompleks. Iskandarsyah, T. 2008

Seperti yang telah disebutkan diatas, air tanah sendiri utamanya bersumber dari air hujan yang meresap (berinfiltrasi) ke bawah melewati ruang pori diantara butiran tanah. Jadi mekanisme air asam tambang sendiri karena bentuk dasarnya adalah cairan maka utamanya pencemaran air tanah tidak lepas dari siklus hidrologi yaitu seperti dijelaskan diatas melibatkan diantaranya adanya presipitasi (hujan) dan infiltrasi.

Proses pencemaran airtanah di kawasan pertambangan dimulai dengan menyerapnya air dari presipitasi yang jatuh di atas landfill (timbunan overburden), bercampur dengan cairan yang telah terdapat dan terbentuk sebelumnya, membentuk suatu larutan yang disebut air asam tambang. Air asam tambang ini kemudian bergerak ke bawah menuju muka airtanah. Tanah dengan kandungan mineral lempungnya yang cukup besar dapat bertindak sebagai filter bagi terjadinya pencemaran airtanah. Namun karena keberadaan lempung pada tanah berbeda-beda, maka pada beberapa tempat dan situasi kemampuan tanah untuk memfilter akan berbeda sehingga tingkat pencemaran air tanahnya juga berbeda.

DAFTAR PUSTAKA

Iskandarsyah, T. 2008. Aplikasi Geologi Tata Lingkungan untuk Daerah Pertambangan. Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran. Bandung

Anonim. 2009. Apa Itu AAT? http://airasamtambang-apaitu.blogspot.com/2009/02/apa-itu-aat.html Diakses tanggal 25 Februari 2009.

PERINGKAT UNIVERSITAS DUNIA 2012 Versi 4ICU

Berita dan Informasi



Senin, 09 Januari 2012 | [806 Dibaca]

PERINGKAT UNIVERSITAS DUNIA 2012 Versi 4ICU

Belum lama ini, 4 International Colleges & Universities (4ICU) merilis kembali peringkat perguruan tinggi dunia edisi Januari 2012. Pada edisi ini jumlah perguruan tinggi yang terlibat sebanyak 11.000, tersebar dalam 200 negara. Pemeringkatan dilakukan berdasarkan popularitas situs perguruan tinggi, yang memenuhi kriteria berikut:

  1. Merupakan perguruan tinggi yang dikenal memiliki lisensi atau akreditasi dari pemerintah dan atau lembaga pemberi akreditasi
  2. Menyelenggarakan program pendidikan strata 1, 4 tahun, strata 2 dan strata 3.
  3. Menyelenggarakan model pendidikan tradisional face-to-face learning facilities, programs and courses.

Berbeda dengan edisi sebelumnya, peringkatan edisi Januari 2012 berdasarkan sebuah algoritma yang terdiiri dari 3 unbiased dan metrics web independen, dari 3 mesin pencari yang berbeda, yaitu:

  1. Google Page Rank
  2. Alexa Traffic Rank
  3. Majestic Seo Referring Domains
Parameter ketiga, merupakan parameter terbaru menggantikan Yahoo Inbound Link yang telah digunakan sejak edisi pertama. Pengambilan data dan pengukuran dilakukan pada hari yang sama untuk menghindari adanya bias.

Hasil pemeringkatan dirilis setiap semester, yaitu pada Januari dan Juli. Pada edisi kali ini, lima besar dunia ditempati oleh MIT, Stanford University, Harvard University, University California Barkeley, dan The University of Texas at Austin, sepuluh besar dunia masih didominasi oleh Amerika Serikat, sedangkan untuk regional Asia, China masih mendominasi. Tiga PT Indonesia yang masuk 100 besar Asia adalah ITB pada posisi 16, UI pada posisi 28, dan UGM pada posisi 45.

Pada edisi kali ini jumlah perguruan tinggi Indonesia yang dinilai mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yang awalnya hanya ada 154 perguruan tinggi menjadi 318 perguruan tinggi. Peringkat nasional masih dipimpin oleh ITB, UI, dan UGM, masing diperingkat pertama, kedua dan ketiga. Berikut disajikan dua puluh peringkat nasional dalam 2 edisi terakhir sebagai berikut:

NO NAMA PERGURUAN TINGGI JULI 2011JAN 2012
1ITB 11
2UI 32
3 UGM 23
4 UNIV GUNADARMA 54
5 UPI 85
6 UNDIP 66
7 UNIV SEBELAS MARET 97
8 ITS 78
9 UNAIR 239
10 IPB 410
11USU 1011
12 UNPAD 1212
13 UII 1813
14UNBRAW 1314
15 UNIV MERCU BUANA 1715
16 UMY 1116
17 UNIV KRISTEN PETRA 1517
18 UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2018
19 UNIV SURABAYA 3219
20 UMM 1420

Sumber: http://www.unsri.ac.id/?act=info_detil&id=288

Selasa, 10 Januari 2012

Nicolas Steno



Nicolas Steno Hiasi Google Hari Ini

BANDUNG, (PRLM).- Sudah lihat Google hari ini? Warna-warni cerah menggambarkan sebuah lapisan bumi tergambar secara jelas. Meskipun demikian, jika dibandingkan dengan Google Doodle liburan Natal dan Tahun Baru lalu, kali ini terkesan agak kaku meski tetap menarik. Google Doodle merupakan sebutan untuk gambar atau logo yang ditampilkan Google sebagai bentuk ucapan atau peringatan sesuatu yang bersejarah atau fenomenal.

Google rupanya mencoba memperingati hari kelahiran Nicolas Steno yang jatuh pada hari ini, 11 Januari 1638 silam. Nicolas Steno tergolong ilmuwan unik karena dia adalah pionir dalam dua ilmu murni yang berlainan, yakni ilmu anataomi tubuh dan geologi. Ilmuwan kelahiran Denmark ini memiliki kebiasaan untuk tidak langsung percaya pada buku yang ditulis orang lain dan lebih memilih untuk menelitinya sendiri. Steno dikenal sebagai Bapak Geologi dan Stratigrafi. Stratigrafi adalah ilmu cabang geologi yang mempelajari bebatuan dan lapisan ("layering", stratifikasi).

Berdasarkan catatan Wikipedia yang selama ini banyak disumbang Google, Steno berpendapat bahwa komposisi kimia dari fosil dapat diubah tanpa mengubah bentuk mereka. Steno kemudian menemukan gigi hiu yang membawanya pada pertanyaan, mengapa gigi hiu yang padat dapat ditemukan di dalam benda padat lainnya seperti batu atau lapisan dalam bebatuan.
Benda padat dalam lapisan padat itu menarik minat Steno, yang kemudian kita kenal sekarang dengan istilah mineral, kristal, bahkan seluruh lapisan batuan atau strata. Ia menerbitkan studi geologinya pada 1669 berjudul "De solido intra Solidum naturaliter Contento dissertationis prodromus", atau wacana pendahuluan untuk disertasi tentang suatu benda padat secara alami yang terkandung dalam apisan padat.

Steno pertama-tama tak mengidentifikasi fosil itu sebagai bagian dari organisme hidup. Ilmuwan lain seperti Robert Hooke dan John Ray kemudian berpendapat bahwa fosil adalah sisa-sisa organisme yang pernah hidup

Steno kemudian menciptakan beberapa prinsip dasar stratigrafi yang tercantum dalam bukunya terbitan tahun 1669, yaitu:
• Superposisi: suatu lapisan batuan sedimen pada suatu strata tidak terganggu secara tektonik lebih muda dari permukaan di bawahnya. Lapisan itu lebih tua dari yang berada di atasnya.
• Horizontalitas: Sedimen yang baru terbentuk cenderung mengikuti bentuk dasarnya dan cenderung untuk menghorizontal, kecuali cross bedding. Hal ini karena pengaruh sedimen dikontrol oleh hukum gravitasi dan hidrolika cairan.
• Kontinuitas lateral: Pengendapan lapisan batuan sedimen akan menyebar secara mendatar, sampai menipis atau menghilang pada batas cekungan tempat ia diendapkan. Lapisan yang diendapkan oleh air terbentuk terus-menerus secara lateral dan hanya membaji pada tepian pengendapan pada masa cekungan itu terbentuk.
• Cross-cutting diskontinuitas: Batuan yang terpotong mempunyai umur geologi yang lebih tua daripada yang memotong.

Nicolas Steno meninggal pada 25 November 1686. (A-124/A-147)***